BATUBARA SUMATERA

Sumatera Selatan diperkirakan memiliki kandungan batubara yang cukup besar. Diperkirakan, sedimen batubaranya sebesar 15,6 milyar ton. Artinya, sekalipun penambangannya dimaksimalkan hingga 50 juta ton per tahun batubara di wilayah ini tidak akan habis hingga 200 tahun.

Sayang, wilayah kandungan batubara terletak jauh dari pusat kota dan jauh dari pelabuhan/dermaga. Sangat mahal, lama dan beresiko jika menggunakan moda transportasi darat seperti truk atau trailer. Kereta api dipilih sebagai angkutan yang paling murah, cepat dengan sedikit resiko. Untuk itulah, pada awal penambangan, dalam proyek KP3BAKA, kereta api disepakati sebagai angkutan utama batu bara dari tambangnya di Tanjungenim menuju Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati. Proyek KP3BAKA dimulai pada tahun 1982. Penambangan dilakukan PT Bukit Asam (PTBA), sedangkan pengangkutannya dilakukan PT Kereta Api (Persero) Divisi Regional III Sumatera Selatan.

KA Batubara Sumsel relasi Tanjungenim-Tarahan lebih dikenal sebagai KA BABARANJANG (KA Batu Bara Rangkaian Panjang). Dinamakan demikian karena memang KA ini rangkaiannya termasuk yang terpanjang di Indonesia yaitu hingga 46 gerbong yang ditarik 2 lokomotif CC202 (lokomotif dengan daya tarik terbesar di Indonesia). Sedangkan KA Batubara Sumsel relasi Tanjungenim-Kertapati jumlah rangkaiannya 15 hingga 35 gerbong setiap KA. Lokomotifnya juga bukan CC202, tetapi berjenis CC201, BB203 atau BB202. Jika rangkaiannya tidak lebih dari 20 gerbong, rangkaian hanya ditarik 1 lokomotif. Jika lebih dari 20 gerbong, maka rangkaian ditarik 2 lokomotif

A. Relasi angkutan
Tanjungenim-Tarahan
KA Babaranjang beroperasi dari tambang batu bara di Tanjungenim, Sumatera Selatan ke pembongkarannya di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung sejauh 419,518 kilometer. Saat ini terdapat 14 KA yang beroperasi kondisi isian dari Tanjungenim maupun kondisi kosongan dari Tarahan.
Tanjungenim-Kertapati
Relasi Tanjungenim-Kertapati sejauh 159 km dengan KA yang beroperasi lebih sedikit yaitu 8 KA.
B. Potensi
Potensi KA Batubara bagi perkeretaapian Sumatera Selatan sangat besar. Selain karena persediaan batubara yang berlimpah, angkutan batubara di Sumatera Selatan juga merupakan angkutan yang menyumbang pendapatan terbesar bagi Divre III Sumsel, bahkan bagi angkutan barang PT Kereta Api (Persero). Pasalnya, diperkirakan hampir 60 persen pendapatan angkutan barang PT Kereta Api (Persero) disumbang dari KA Batubara Sumsel ini. Dari 15,6 milyar juta ton yang terkandung, pada tahun 2008 baru tercapai sebanyak 8,4 juta ton yang terangkut oleh KA. Angkutan batubara relasi Tanjungenim-Tarahan sebagian besar digunakan untuk menyuplai kebutuhan batubara pembangkit listrik Suralaya, Cilegon. Sedangkan yang di koridor Tanjungenim-Kertapati, sebagian besar untuk keperluan ekspor
C. Kondisi Sarana

Saat ini, KA Batubara di Divre III Sumatera Selatan menggunakan gerbong berjenis KKBW dengan muatan maksimum 50 ton untuk KA relasi Tanjungenim-Tarahan dan 30 ton relasi Tanjugenim-Kertapati. Masing-masing gerbong tersebut saat ini yang siap guna operasi (SGO) berjumlah 1.054 unit untuk gerbong KKBW muatan 50 ton dan 254 unit gerbong muatan 30 ton.

Untuk lokomotif, tersedia 49 unit lokomotif CC202 dan hanya dioperasikan menarik rangkaian batubara di koridor Tanjungenim-Tarahan. Lokomotif yang didatangkan sejak tahun 1986 ini keseluruhannya dalam kondisi siap operasi dan dioperasikan dalam formasi dobel traksi di depan rangkaian. Sembilan unit lokomotif CC202 terakhir didatangkan dalam kondisi utuh (built-up) yang tiba di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung pada April 2008 lalu
D. Kondisi Prasarana dan Fasilitas

Kondisi prasaran dan fasilitas pemuatan dan pembongkaran batubara di wilayah Divre III Sumsel relatif canggih. Khususnya di pembongkaran Trahan karena menggunakan mesin RCD (Rottary Car Dumper) yang mampu membalik gerbong hingga 180 derajat agar seluruh isi gerbong tumpah ke dalam bak penampungan. Pembalikkan (rottarry) ini memungkinkan karena putaran kopler (sambungan antar gerbong) yang fleksibel. Untuk pembongkaran di Kertapati, pembongkaran dilakukan dengan membuka penutup bagian bawah gerbong agar muatan batubara dalam gerbong dapat dikeluarkan ke bak penampungan dengan bantuan dorongan petugas menggunakan sekop.

Untuk pemuatannya, batubara dari tambang dialirkan oleh mesin hingga dicurahkan ke dalam gerong secara tepat jumlah muatannya. Lokomotif menarik secara perlahan gerbong yang sedang diisi satu-persatu melewati bagian bawah mesin
E. Rencana Pengembangan

Cadangan batubara yang masih besar di wilayah Sumsel berdampak pada pertumbuhan permintaan angkutan Batubara terus meningkat. Gerbong KKBW Batubara relasi Tanjungenim-Kertapati yang saat ini memiliki berat muat 30 ton akan ditingkatkan menjadi 50 ton. Dari sisi prasarana akan dikembangkan guna mendukung kapasitas lintas yang tersedia sehingga potensi permintaan angkutan batu bara dapat terlayani.

Potensi angkutan batu bara di Sumatera Selatan yang belum terlayani diantaranya relasi Sukacinta-Kertapati sebesar 4 juta ton, Merapi-Kramasan sebesar 4,7 juta ton
BATUBARA CIGADING

Pembukaan proyek pengangkutan batubara dilakukan sejak tahun 1986, yaitu dengan dilakukannya kerjasama pengangkutan batubara antara PT Kereta Api (Persero) dengan PT Aneka Jasatama Wahana (PT AJW) yang merupakan anak perusahaan PT Indocement, dari Cigading ke Bekasi. Dari Bekasi, pengangkutan batubara dilanjutkan oleh truk.
Pada awalnya komoditi Batubara yang berasal dari Sumatera Selatan ini adalah untuk menyuplai kebutuhan batubara pabrik semen PT Indocement di Cibinong Bogor. Seiring perkembangan, batubara yang dikirim ke Bekasi ini tidak hanya didistribusikan ke pabrik semen PT Indocement, tapi juga ke daerah industri sekitar Bekasi.

KA Batubara Cigading merupakan satu-satunya KA Batubara yang beroperasi di Pulau Jawa. Lintasan operasinya berada di koridor Cigading Banten-Bekasi Jawa Barat.

A. Relasi angkutan

Angkutan KA Batubara Cigading beroperasi di wilayah Daop I Jakarta, yaitu di koridor Cigading – Bekasi. Dari Cigading, rangkaian dalam kondisi isi muatan batubara. Sedangkan dari Bekasi kosongan. Di Stasiun Cigading, pengisian batubara dilakukan ke dalam gerbong-gerbong batu bara. Rutenya adalah Cigading-Tanah Abang- Kampung Bandan-Pasar Senen-Bekasi pp sejauh 185 kilometer. Namun jika lintasan Kampungbandan mengalami banjir rob, KA dari Tanahabang langsung menuju Manggarai-Jatinegara hingga Bekasi. Setiap harinya, ada 3 KA yang beroperasi dari Cigading dan 3 KA dari Bekasi.

Ada 3 KA yang dijadwalkan melakukan pengisian batubara di Cigading pada soreharinya. Sebelum magrib, 2 KA berangkat ke Cigading, 1 KA lainnya dijadwalkan berangkat ke Bekasi pada jam 12 malamnya. Dari Bekasi, ketiga KA batubara kosongan berangkat masing-masing pada pagi hari, siang dan sore hari
B. Potensi
Angkutan batubara Cigading-Bekasi potensinya cukup besar, karena merupakan KA Barang yang yang mengangkut volume angkutan terbesar di pulau Jawa. Dalam Volume Rata-rata Angkutan KA barang Periode tahun 2003-2007, KA Batubara Cigading mencatatkan volume pengangkutan terbesar kedua, yaitu sebesar 10,14 % dari total angkutan barang di Pulau Jawa
C. Kondisi Sarana

Gerbong yang digunakan berjenis PPCW gerbong terbuka yang dapat memuat hingga 30 ton batubara. Saat ini tersedia 74 gerbong PPCW dengan bak terbuka yang siap operasi. Jumlah ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan pengangkutan. Karena itu pada tahun 2009, KA Batubara Cigading-Bekasi diproyeksikan membutuhkan 3 gerbong PPCW lagi dan pada 2010 kembali dibutuhkan 3 gerbong lagi.

Sedangkan lokomotif penariknya berjenis CC201 dan terkadang BB301. Jika menggunakan CC201, rangkaian bisa mencapai 20 gerbong. Sedangkan jika dengan lokomotif BB301/ BB304, rangkain hanya terdiri dari 10 gerbong
D. Kondisi Prasarana dan Fasilitas
Untuk prasarana, pemuatan di Cigading menggunakan mesin curah. Lokomotif menarik secara perlahan ke kolong mesin agar gerbong terisi muatan batubara satu-persatu. Sedangkan pembongkarannya, bak terbuka dipindah dari atas gerbong PPCW ke trailer
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s