Trans Lintas Timur Terganggu

PALEMBANG: Menyusul kerusakan jembatan di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, mengakibatkan perjalanan darat dari Kota Palembang, Sumatera Selatan menuju Bandarlampung, Lampung, kerap mengalami kemacetan karena kepadatan arus kendaraan di ruas jalan lintas timur Sumatra.

Pantauan hingga Sabtu, 30 April 2011 akibat jembatan Way Besay di Kabupaten Way Kanan, Lampung yang merupakan penghubung jalan lintas tengah sumatra mengalami patah akibat ditabrak truk tronton bermuatan batu bara kelebihan beban pada Sabtu (9/4), kendaraan melaluinya umumnya dialihkan ke jalur lintas barat dan lintas timur.

Pengalihan jalur itu termasuk adanya jalur alternatif melalui jalan provinsi dan jalan kabupaten dilakukan sambil menunggu pemerintah yang masih terus berupaya memperbaiki kerusakan jembatan itu, agar bisa dilalui kembali oleh kendaraan, namun diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan lagi.

Beberapa pengemudi truk angkutan barang yang biasa melewati jalan lintas tengah Sumatra, setelah jembatan di Way Kanan itu rusak, mengaku terpaksa mengalihkan perjalanan mereka melalui jalur alternatif menembus lintas tengah menghindari jembatan yang rusak itu.

“Tapi kami perlu dikawal oleh anak-anak muda setempat, agar aman melalui jalan alternatif itu,” kata Wanto, salah satu pengemudi truk itu pula.

Para sopir truk pun harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bantuan pengawalan anak-anak muda setempat itu.
Padahal menurut para sopir tersebut, mereka harus secara rutin mengirimkan barang ke beberapa tempat di Provinsi Sumsel, baik dari Jakarta dan kota lain di Pulau Jawa maupun dari Lampung.

Keluhan atas dampak kerusakan jembatan di Kabupaten Way Kanan yang memutus jalan lintas tengah sumatera itu, disampaikan pula para pengemudi angkutan antarjemput penumpang (travel) Lampung-Palembang dan Lampung beberapa kota di Sumatra lainnya.

Mereka mengeluhkan akibat jalan lintas tengah tidak bisa dilalui secara normal itu, arus kendaraan truk dan bus yang biasa melewatinya dialihkan ke lintas timur.

Jalan lintas timur Sumatra yang di beberapa bagian masih mengalami kerusakan pun menjadi semakin padat dan berkali-kali terjadi kemacetan yang menghambat kelancaran transportasi dan memperlama waktu tempuh perjalanan mereka.

Salah satu pengemudi angkutan travel itu, Anton, menyebutkan, biasanya perjalanan Palembang-Bandarlampung normal ditempuh selama 8-10 jam saja.

Namun akibat kepadatan dan kemacetan itu, perjalanan bisa menjadi lebih 12 jam, bahkan bisa tidak menentu kalau kemacetan terjadi cukup parah.

“Kemarin, saya keluar berangkat dari Palembang pukul 16.00 WIB sore hari, seharusnya dinihari sudah sampai Lampung, ternyata baru sampai siang harinya,” kata dia.

Kondisi itu berakibat, sejumlah penumpang travel yang hendak mengejar waktu untuk mendapatkan tiket keberangkatan kapal feri di Palembang menuju Bangka Belitung, terpaksa menunggu atau harus menginap lagi di Palembang agar bisa berangkat keesokan harinya, karena terlambat sampai dan tidak kebagian tiket atau kapal sudah berangkat.

Para pengguna jalan lintas timur Sumatra itu berharap, perbaikan kerusakan jembatan di Way Kanan yang merupakan jalur lintas tengah sumatera dapat dipercepat.

Namun kerusakan jalan di lintas barat dan lintas timur Sumatra, diharapkan pula segera diperbaiki, sehingga tidak sampai terjadi kemacetan walaupun sementara ini arus kendaraan semakin padat, karena dialihkan dari lintas tengah ke lintas timur dan lintas barat itu.

Jembatan di perbatasan Lampung-Sumsel yang masih rusak dan sering menimbulkan kemacetan dan penumpukan kendaraan, diminta segera diperbaiki agar kendaraan lancar melaluinya. (ant)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s