Kapasitas Angkutan Batubara Ditingkatkan

PALEMBANG- PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional (PT KAI DIVRE) III Sumatera Selatan (Sumsel) akan berupaya meningkatkan kapasitas angkutan batubara menjadi 22,7 juta ton pada 2014.

“Sekarang ini rata-rata angkutan batubara menggunakan kereta api 12,6 juta ton per tahun, akan ditingkatkan hingga 22,7 juta ton pada 2014,” kata Kepala Humas PT KAI Divre III Sumsel, Jaka Jarkasih di Palembang, Senin¬† (19/12).

Dikemukakannya, untuk meningkatkan kapasitas angkutan batubara tersebut, pihaknya memprogramkan pembangunan jalan kereta api dua jalur dari Stasiun Prabumulih hingga ke mulut tambang di Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, Sumsel.

Pembangunan jalan kereta api (ka) dua jalur tersebut tahap I sudah dimulai sejak tahun lalu dari Stasiun Prabumulih ke Stasiun Penimur sepanjang 20 kilometer (km) sudah selesai.

Selanjutnya diteruskan pembangunan tahap II dari Stasiun Gunung Megang ke Muaraenim sepanjang 30 km, dan tahap III dari Penimur ke Stasiun Gunung Megang sehingga totalnya sepanjang 80 km, katanya.

Menurut dia, pembangunan jalan ka dua jalur tersebut hingga sekarang baru selesai dikerjakan sepanjang total 50 km, berarti masih ada sisa 30 km lagi harus diselesaikan tahap III nanti.

Ia menambahkan, dengan selesainya pembangunan jalan ka dua jalur tersebut, maka angkutan batubara menggunakan ka tidak ada kendala lagi dan volumenya bisa ditingkatkan hingga 22,7 juta ton pada 2014.

Sementara Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, pembangunan jalan ka dua jalur tersebut adalah sejalan dengan program pemerintah provinsi.

Pemerintah provinsi telah memprogramkan pembangunan jalan ka dua jalur dengan dukungan proyek pelabuhan laut Tanjung Api-Api yang berlokasi di wilayah Kabupaten Banyuasin, atau sekitar 90 km dari pusat Kota Palembang.

Program proyek pembangunan jalan ka dua jalur dan pelabuhan laut tersebut, tujuannya antara lain untuk meningkatkan kapasitas produksi batubara hingga puncaknya mencapai 100 juta ton per tahun secara bertahap, kata gubernur.

Gubernur Alex Noerdin, setiap kesempatan selalu menyinggung masalah pembangunan jalan ka dan pelabuhan tersebut, karena selama ini produksi batu bara yang dihasilkan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA) di mulut tambang Tanjung Enim baru rata-rata kisaran 12 juta ton per tahun.

Sementara, cadangan batubara dimiliki Sumsel yang terpendam di perut bumi di wilayah Tanjung Enim dan Kabupaten Lahat serta daerah lainnya mencapai 22,24 miliar ton, katanya.

“Jadi bila hanya mengandalkan angkutan kereta api dan mobil truk dengan dukungan infrastruktur seperti sekarang ini, jumlah cadangan batu bara itu ratusan tahun baru habis, jika tidak diupayakan dengan parogram khusus seperti membangun pelabuhan laut dan jalan ka dua jalur,” katanya lagi.

Ia berharap, dengan selesainya pembangunan pelabuhan laut tersebut yang didukung infratruktur jalan ka dan jalan raya memadai, kapasitas produksi batubara akan dapat terus ditingkatkan.(ant/hrb)

Advertisements

One comment

  1. apakah anda membutuhkan batu bara dari daerah kami ( Kalimantan Selatan ),barang kali kami dapat membatu untuk mensupply batu bara ke PT anda dan sekalian kerja sama .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s