Golden Energy Realisasikan Dana Eksplorasi Rp 4,37 Miliar

JAKARTA (IFT) – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) di bidang pertambangan batu bara, sepanjang Januari-Februari 2012, merealisasikan dana eksplorasi Rp 4,37 miliar. Kegiatan eksplorasi dilakukan di dua tambang milik anak usaha, yaitu PT Kuansing Inti Makmur di Jambi dan PT Borneo Indobara di Kalimantan Selatan.

Sudin SH, Sekretaris Perusahaan Golden Energy Mines, dalam keterbukaan informasi, mengatakan kegiatan di tambang Kuansing mencakup pemboran di beberapa blok di daerah Muara Bungo, Jambi, untuk menentukan batas penambangan dengan lebih akurat serta mengambil data kualitas batu bara. Total biaya yang telah dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi tersebut sekitar Rp 37 juta.

Adapun kegiatan eksplorasi di Borneo Indobara mencakup pengeboran ekplorasi, pengeboran geoteknik dan pengeboran preproduksi . Pengeboran eksplorasi dilakukan di Blok Pasopati dan Batulaki, sedangkan pengeboran geoteknik dan preproduksi (infill) di Batulaki dan Andaru Utara. “Belanja operasional yang telah dikelauarkan untuk kegiatan ekplorasi di Blok Pasopati sekitar Rp 3,6 miliar sedangkan di Batulaki sekitar Rp 260 juta. Untuk pengeboran getoteknik dan infill sekitar 375 juta,” kata Sudin.

Selain Kuansing Inti dan Borneo Indobara, Golden Energy memiliki tambang batu bara lain di Kalimantan Tengah, yaitu PT Trisula Kencana Sakti. Namun, hingga Februari belum ada kegiatan eksplorasi di tambang tersebut.

Golden Energy menargetkan volume penjualan tahun ini naik dua kali lipat menjadi 10 juta ton. Fuganto Widjaja, Komisaris Utama Golden Energy, sebelumnya mengatakan perseroan telah mengantongi kontrak penjualan 4 juta ton dengan rincian ke China 3 juta ton dan sisanya ke India. Perseroan juga sedang menjajaki pembicaraan serius dengan beberapa pelanggan mengenai kontrak penjualan batu bara. “Volume kontrak yang sedang dibicarakan tersebut sedikitnya 8 juta ton,” ujarnya.

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), produsen batu bara terbesar kesepuluh berdasarkan luas konsesi, melalui anak usahanya, PT Insani Bara Perkasa hingga Februari telah menghabiskan dana US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 10,9 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Blok Loajanan, Kalimantan Timur.

Lenny SC, Sekretaris Perusahaan Resource Alam, dalam keterbukaan informasi menyatakan eksplorasi dilakukan di sub blok Purwajaya Selatan yang memiliki luas area 650 hekatera. Kegiatan eksplorasi dilakukan menggunakan standar joint ore reserves committee (JORC) oleh pihak ketiga, yaitu PT Britmindo.”Untuk blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi guna menetapkan sub blok yang potensial ditambang. Untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan pengeboran,” katanya.

Resource Alam mengklaim telah mendapatkan tambahan sumber daya (resources) sebesar 56,7 juta ton batu bara berkualitas 4.200 kilokalori-4.400 kilokalori berdasarkan perhitungan JORC yang dilakukan Britmindo. Perhitungan itu dilakukan di area seluas 500 hektare di Zona A dalam konsesi Insani Bara Perkasa.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s