Kontribusi Bisnis Batu Bara Lampaui Penjualan Alat Berat United Tractors

Coal

 

Monday, 27 02 2012

More in Coal

Kontribusi Bisnis Batu Bara Lampaui Penjualan Alat Berat United Tractors

BY AGUNG BUDIONO & HERY KUSWAHYO

 

JAKARTA (IFT) – Segmen bisnis batu bara PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha dari PT Astra Internasional Tbk (ASII), memberikan kontribusi 50,6% atau setara Rp 27,85 triliun dari total pendapatan perseroan tahun lalu sebesar Rp 55,05 triliun, menurut eksekutif perseroan. Kontribusi segmen batu bara melampaui penjualan alat berat yang mencapai Rp 27,2 triliun atau 49,4% terhadap pendapatan konsolidasi United Tractors.

Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan¬†United Tractors, mengatakan pendapatan dari segmen bisnis batu bara, yang terdiri atas unit usaha jasa penambangan (mining contracting) dan pertambangan (mining) meningkat 47,5% dibandingkan 2010 sebesar Rp 37,32 triliun. “Unit usaha jasa penambangan memberikan kontribusi 40,7% dan unit usaha pertambangan 9,9%,” ujarnya.

Menurut Sara, kinerja jasa penambangan yang dijalankan oleh anak usaha, PT Pamapersada Nusantara, mampu melampaui target yang ditetapkan. “Pendapatan jasa penambangan naik 32% menjadi Rp 22,42 triliun dari 2010 sebesar Rp 16,93 triliun,” katanya.

Pamapersada, pemimpin pasar jasa penambangan batu bara, tahun lalu memproduksi 86,6 juta ton, tumbuh 11% dibandingkan 2010 sebesar 77,9 juta ton. Volume pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal) meningkat 21,5% (year-on-year) menjadi 791,7 juta bank cubic meter dari 651,5 juta bank cubic meter.

Pamapersada tahun ini menargetkan produksi dan overburden removal tumbuh masing-masing 10%. Dengan begitu, produksi diperkirakan mencapai 95,2 juta ton dan overburden removal 870,8 juta bank cubic meter.

Untuk unit usaha pertambangan yang dijalankan PT Prima Multi Mineral dan PT Tuah Turangga Agung, mencatat pertumbuhan volume penjualan sekitar 47% menjadi 4,49 juta ton dibandingkan 2010 sebesar 3,05 juta ton. Prima Multi, anak usaha Pamapersada yang memiliki konsesi tambang batu bara di Kalimantan Selatan, sepanjang tahun lalu berhasil menjual 3,45 juta ton. Sedangkan volume penjualan Tuah Turangga yang memiliki tambang di Kalimantan tengah sekitar 1,04 juta ton.

“Kenaikan volume penjualan batu bara dan peningkatan harga jual rata-rata membuat pendapatan bersih dari unit usaha pertambangan meningkat 74,1% dari Rp 3,12 triliun menjadi Rp 5,43 triliun,” kata Sara.

Hingga kuartal III tahun lalu, kontribusi segmen bisnis batu bara mencapai Rp 19,84 triliun atau 49,9% terhadap pendapatan konsolidasi United Tractors sebesar Rp 39,75 triliun. Pendapatan dari jasa penambangan mencapai Rp 15,93 triliun atau sekitar 40,07% terhadap pendapatan konsolidasi. Penjualan batu bara mencapai Rp 3,91 triliun atau 9,83%.

United Tractors memproyeksikan kontribusi bisnis batu bara terhadap pendapatan tahun ini masih sama dengan tahun lalu di kisaran 50%. Namun, mengacu serangkaian akuisisi tambang yang dilakukan perseroan akhir-akhir ini, kontribusi segmen batu bara ke depan akan semakin melampaui segmen alat berat.

Josep Pangaribuan, analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan tahun ini United Tractors menyiapkan belanja modal US$ 550 juta, naik 22% dari tahun lalu. Sekitar US$ 500 juta dialokasikan untuk bisnis jasa penambangan. Menurut dia, alokasi itu cukup besar untuk mendorong bisnis jasa tambang. Dia memproyeksikan produksi dan overburden removal bisa tumbuh masing-masing 16%.

“Secara historis, saat harga batu bara turun pada 2009, United Tractors berhasil mencatat kenaikan overburden 16,3% dan produksi 23,1%. Kami melihat tahun ini harga batu bara cenderung flat, sehingga produsen batu bara cenderung melakukan ekspansi,” ujarnya.

Riset PT Ciptadana Securities mengestimasikan United Tractors saat ini memiliki cadangan batu bara 254 juta-369 juta ton. Dengan sejumlah akuisisi tambang yang dilakukan, cadangan itu diperkirakan bisa mencapai target sebesar 500 juta ton. Dengan meningkatnya cadangan dan produksi, kontribusi pertambangan batu bara terhadap total pendapatan United Tractors tahun ini diperkirakan naik menjadi 14%.

Pada perdagangan Jumat, harga saham United Tractors turun Rp 700 atau 2,5% menjadi Rp 27.550. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s