Resource Alam Habiskan US$ 1,2 Juta untuk Eksplorasi

JAKARTA (IFT)- PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), produsen batu bara terbesar kesepuluh berdasarkan luas konsesi, melalui anak usahanya, PT Insani Bara Perkasa hingga Februari telah menghabiskan dana US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 10,9 miliar untuk kegiatan eksplorasi di Blok Loajanan, Kalimantan Timur.

Lenny SC, Sekretaris Perusahaan Resource Alam, dalam keterbukaan informasi menyatakan eksplorasi dilakukan di sub blok Purwajaya Selatan yang memiliki luas area 650 hekater. Kegiatan eksplorasi dilakukan menggunakan standar joint ore reserves committee (JORC) oleh pihak ketiga, yaitu PT Britmindo.”Untuk blok Loajanan akan terus dilakukan pemetaan geologi guna menetapkan sub blok yang potensial ditambang. Untuk blok Separi masih dipelajari untuk dilakukan pengeboran,” katanya.

Resource Alam mengklaim telah mendapatkan tambahan sumber daya (resources) sebesar 56,7 juta ton batu bara berkualitas 4.200 kilokalori-4.400 kilokalori berdasarkan perhitungan JORC yang dilakukan Britmindo. Perhitungan itu dilakukan di area seluas 500 hektare di Zona A dalam konsesi Insani Bara Perkasa.

Eric Tirtana, Head of Investor Relation Resource Alam Indonesia, mengatakan¬† area yang diteliti oleh Britmindo baru mencakup 2% dari total luas konsensi yang dimiliki perseroan yaitu 24.477 hektare. “Hasil ini menjadi yang pertama dari serangkaian survei JORC yang direncanakan oleh perseroan sampai diketahui cadangan batu bara,” paparnya.

Setelah Zona A selesai, Insani Bara akan melanjutkan survei JORC pada area seluas 500 hektare di Zona B yang berdekatan dengan Zona A. “Britmindo menyatakan semua lapisan batu bara utama yang diidentifikasi pada Zona A akan melalui Zona B,” tutur Eric.

Berdasarkan presentasi awal tahun lalu, Resource Alam mengklaim memiliki sumber daya 126,6 juta ton dengan cadangan terbukti 73,18 juta ton berdasarkan survey non-JORC. Resource Alam mengestimasikan produksi sepanjang tahun lalu mencapai 3,55 juta ton, dengan demikian posisi cadangan batu bara perseroan saat ini diperkirakan 69,63 juta ton.

Resource Alam baru-baru ini juga mengakuisisi empat izin usaha pertambangan (IUP) di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, senilai total US$ 7,92 juta. Tiga tambang yang diakuisisi masih berupa green field (belum digarap), yaitu PT Kaltim Mineral, PT Jaya Mineral dan PT Tambang Mulia dengan total luas lahan 23.521 hektare. Tiga tambang itu diproyeksikan berproduksi pada 2015. “Kami mengakuisisi 75% saham tiga perusahaan tambang tersebut dengan nilai transaksi total US$ 6,25 juta,” ungkap Eric.

Adapun satu tambang lain yang diakuisisi sudah dalam tahap pengembangan, yaitu PT Chaido Mega Mineral. Perseroan juga mengakuisisi 75% dari saham tambang tersebut dengan nilai transaksi US$ 1,67 juta. Menurut Eric, tambang Chaido dekat dengan tambang perseroan di blok utara dan ditargetkan berproduksi tahun depan.

Resource Alam tahun ini menargetkan produksi 6 juta ton. Sebagian besar dari area tambang yang berada di utara, yaitu 5,37 juta ton atau setara 89,5% dari total target produksi dan sisanya dari area tambang selatan.

Macquarie Securities menyatakan prospek dan peringkat Resource Alam akan terangkat seandainya proses perhitungan cadangan berdasarkan JORC selesai. Dengan adanya sertifikasi tersebut, tingkat risiko perseroan di mata investor akan berkurang.(*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s