Mendagri: Perizinan Pertambangan akan Dikontrol Pemerintah Pusat

Jakarta – Imbas otonomi daerah berdampak bebasnya Kepala Daerah mengeluarkan izin pertambangan, tak jarang terjadi kasus tumpang tindih lahan. Bahkan salah satu yang paling disorot adanya gugatan Churchill Mining Plc kepada pemerintah sebesar US$ 2 miliar.

Hal ini untuk menghindari hal itu terulang kembali, nantinya semua perizinan pertambangan akan dikontrol pemerintah pusat.

“Semua perizinan pertambangan yang akan dikeluarkan Pemerintah Daerah akan dikontrol Pemerintah Pusat juga,” kata Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi ketika ditemui di Kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Jadi nantinya kata Gamawan kepala daerah tidak seenaknya mengeluarkan izin tanpa sepengetahuan Pemerintah Pusat. “Kewenangannya tetap di daerah, kepala daerah tetap berwenang keluarkan izin tambang, tetapi ada kontrol dari pemerintah pusat juga nanti,” ujarnya.

Pasalnya selama ini kata Gumawan, Kepala daerah begitu bebas dan sesuai aturan memang dibiarkan oleh pemerintah pusat.

“Jadi selama ini sangat bebas, tidak ada kontrol dari pemerintah pusat, nah kali ini nanti kita akan perketat dengan ikut mengontrol keluarnya izin tersebut,” jelasnya.

Menurut Gamawan, alasan dibalik itu semua, agar peristiwa Churchill tak terulang lagi, Presiden RI digugat di pengadilan arbitrase internasional akibat kasus tersebut.

“Tapi kasus Churchill kepala daerahnya tidak salah, dia benar karena aturannya memang ada, dan dia tetap bertanggung jawab atas semua izin yang di keluarkannya, tetapi ini jangan sampai terjadi ke daerah lain, kasihan presiden lagi nanti yang digugat lagi,” tandas Gamawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s