BPPT garap gasifikasi batubara

Indonesia merupakan negara salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia. Tahun 2008 yang lalu, Indonesia berhasil membukukan angka sebesar 246 juta ton batubara, dan lebih dari 50% nya dilempar keluar negeri dalam kondisi mentah. Lain halnya dengan China, dengan kemampuan produksi batubara yang mencapai 2,761 miliar ton di tahun 2008 (sumber: International Energy Agency 2009), sebagian besar digunakan untuk kebutuhan industri dan pasokan dalam negeri China sendiri. Kondisi ini mencerminkan Indonesia belum mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya batubara secara maksimal.“Dengan hanya mengekspor secara besar-besaran batubara mentah, tentunya nilai tambah yang didapat tidak terlalu banyak. Kami di BPPT mencoba mengolah batubara mentah tersebut menjadi sintetik gas dengan cara gasifikasi batubaraâ€�, jelas Kepala Program Teknologi Gasifikasi untuk Substitusi BBM dan BBG, Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi (PTPSE) BPPT, Rohmadi Ridlo, Rabu (14/04).Gasifikasi batubara adalah proses pengolahan batubara melalui pembakaran dengan oksigen terbatas yang menimbulkan panas. Panas yang timbul tersebut akan menggerakan reaksi reduksi yang kemudian akan menghasilkan gas, atau yang biasa disebut sintetik gas.“Selama ini, pembangkit milik PLN sebagian besar menggunakan solar sebagai bahan baku. Demikian juga dengan industri seperti industri keramik yang biasa menggunakan BBM dan BBG dalam proses produksinya. Sintetik gas tersebut, dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik yang mampu menggantikan penggunaan solar dan BBG yang secara hitung-hitungan ekonomis lebih murahâ€�, kata Ridlo.Untuk 1 kWh, menurut Ridlo, memerlukan sekitar Rp 2000 apabila menggunakan solar. Sementara bila menggunakan sintetik gas dari batubara memelukan biaya kurang lebih Rp 600. “Dari gambaran tersebut dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan listrik dari gasifikasi batubara jauh lebih efisien dibanding menggunakan solarâ€�.“Untuk tahun 2010 ini, kami sedang mengembangkan teknologi gasifikasi batubara yang mampu menghasilkan 200-400 kw. Jangka panjangnya kami berharap sintetik gas ini dapat bermanfaat besar bagi dunia industri Indonesiaâ€�, jelasnya.Pencairan BatubaraDikesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Sumberdaya Energi Fosil, TPSE BBPT, Sumbogo Murti, menjelaskan bahwa selain gasifikasi batubara BPPT juga mencoba meningkatkan pemanfaatan batubara mentah kearah yang lebih luas, yakni dengan mengembangkan teknologi pencairan batubara.“Dari total cadangan batubara di Indonesia, 60% diantaranya adalah batubara muda. Batubara ini berkualitas rendah dengan kandungan air yang sangat tinggi. Batubara jenis ini sama sekali tidak bisa dimanfaatkan dan tidak bernilai jualâ€�, kata Sumbogo.Proses pencairan batubara mentah ini diawali dengan proses gasifikasi, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pencairan. “Gas sintesa dari gasifikasi batubara memiliki banyak potensi diantaranya dapat diproses lebih lanjut menjadi BBM Sintetis, untuk transportasi dan industri; atau sebagai bahan baku untuk industri kimia maupun untuk umpan industri pupukâ€�.“Dengan cara ini, kita dapat memanfaatkan secara optimal batubara kualitas rendah yang belum dimanfaatkan oleh orang lain. Selain nilai tambah yang didapat, dengan adanya teknologi gasifikasi dan pencairan batubara ini akan dapat meningkatkan kemandirian Indonesia dalam bidang energiâ€�, tutur Sumbogo. (YRA/humas)Â

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s