HARGA BATU BARA: WASPADAI PUNCAK TURUNNYA HARGA BATU BARA PADA 2013

HARGA BATU BARA: WASPADAI PUNCAK TURUNNYA HARGA BATU BARA PADA 2013Jum’at, 31 Agustus 2012 | 13:15 WIBRiendy AstriaJAKARTA: Perusahaan batubara diharapkan waspada untuk mengantisipasi puncak turunnya harga batubara di 2013. Saat ini, sebagian besar perusahaan batubara melakukan usaha efisiensi untuk menekan biaya.Milawarma, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk mengatakan bahwa perusahaan melakukan efisiensi dibidang operasi dengan mengoptimalkan penggunaan alat-alat produksi yang menggunakan listrik. “Kita harus kendalikan biaya, misalnya kita menggunakan conveyor belt untuk wara-wiri pengangkutan,” katanya usai acara pembukaan Porseni Sektor ESDM 2012, Jumat (31/8).Menurutnya, dengn kondisi harga batubara yang turun terus, kondisi harus dikendalikan. Salah satunya dengan mengendalikan penggunaan BBM dan meningkatkan penggunaan listrik untuk menghasilkan batubara dengan kualitas tinggi.Berkaitan dengan pelarangan penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan angkutan tambang per 1 September 2012, Mila mengatakan bahwa pihaknya sudah menggunakan BBM industri sesuai aturan pemerintah.“Semua peralatan pendukung kami sudah pakai BBM Industri, kebijakan kita sejak 1 Juni 2012, semua alat usaha pakai BBM industri,” katanya.Sebenarnya, perusahaan sudah lama menggunakan BBM Industri untuk peralatan produksi, termasuk semua truck. “Cuma yang baru ini, Juni kemarin semua peralatan pendukung juga, jadi mobil karyawan juga sudah pakai BBM Industri.”Sebelumnya, CEO PT Arutmin Indonesia Faisal Firdaus menyatakan bahwa perusahaan harus melakukan efisiensi untuk menekan biaya operasional. Faisal mengatakan  bahwa saat ini, mau tidak mau perusahaan harus melakukan penghematan biaya di lapangan untuk bisa memotong biaya operasional.“Salah satunya dengan pengaturan penggunaan fuel dan mengganti penggunaan truck dengan Over Land Conveyor (OLC) atau sabuk penyampai untuk pengangkutan,” katanya.Jika menggunakan truck, biaya operasional yang dikeluarkan rata sekitar US$ 15 sen per ton per km. “Namun kalau pake conveyor bisa separuhnya, kami bisa menghemat. Pada intinya kami harus melakukan penghematan di segala bidang lah.” Faisal mengatakan bahwa jarak angkut sangat memengaruhi cost perusahaan.Adapun pembangunan conveyor diharapkan bisa selesai pada Oktober 2012 sehingga pada awal 2013 sudah bisa digunakan di dua lokasi tambang milik Arutmin secara maksimal. Meski begitu, Faisal tidak mengatakan lebih rinci mengenai dua lokasi tersebut. Saat ini lokasi tambang PT Arutmin antara lain Asam-asam, Batulicin, Mulia, Satui, dan Senakin.Saat ini, sampai dengan semester 1 2012, produksi batubara perusahaan mencapai 14,5 juta ton dari target sekitar 31 juta ton pada 2012. Meski belum mencapai setengahnya, Faisal berharap target tersebut bisa terpenuhi sekitar 90 % lebih.“Semoga bisa tercapai, sampai sekitar 30 juta ton, memang ada sedikit kendala, cuaca cukup basah pertengahan tahun ini, mudah-mudahan kedepannya membaik agat target tersebut capai 90 % lebih,”katanya.  Target produksi Arutmin 30 juta ton per tahun pada 2012 ini naik 20 % dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu produksi sekitar 25 juta ton.(api)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s