Bisnis Tambang Batu Bara Meroket Pesat

Selasa, 18 September 2012 20:31

Tambang Batu BaraJakarta, Bekasinews.com. – Kemajuan Bisnis Pertambangan khususnya tambang batu bara sedang meroket. Hal itu bisa dilihat dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) nonmigas yakni pertambangan umum yang mengalami kenaikan sebesar 29,8 persen untuk periode 2007-2011.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan  Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan volume produksi batu bara. “Harga batu bara naik. Harga batu bara acuan ditentukan oleh Dirjen Minerba Kementerian ESDM sebagai acuan dalam penerimaan negara,” kata Bambang dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Selasa (18/9/2012).

Sementara PNBP untuk perikanan turun dari Rp 184 miliar pada 2011 menjadi Rp 150 miliar pada 2012. PNBP perikanan berasal dari pungutan pengusahaan perikanan dan pungutan hasil perikanan. Minimnya PNBP sektor perikanan antara lain disebabkan oleh berakhirnya perjanjian dengan negara tetangga yakni Filipina dan Thailand dan meningkatnya sumber daya perikanan.

Sedangkan untuk sektor kehutanan mengalami peningkatan minim hanya 11,1 persen. PNBP kehutanan berasal dari dana reboisasi yang dipungut dari pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan dan hutan alam berupa kayu. PNBP  mengalami kenaikan rata-rata 11,1 persen. “Hal itu disebabkan dalam penurunan produksi hutan karena pelestarian alam,” jelas Bambang.

Sementara,Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk sektor nonmigas ditargetkan meningkat. Rapat Badan Anggaran dan pemerintah (diwakili oleh jajaran dari Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Perikanan dan Kelautan), Selasa (18/9), berhasil disepakati target kenaikan yang akan dimasukkan dalam RAPBN 2013.

Kenaikan untuk pertambangan umum sebesar Rp 1 triliun, kenaikan panas bumi Rp 50 miliar, sektor perikanan sebesar Rp 30 miliar, dan kehutanan Rp 100 miliar.

Dengan demikian, PNBP pertambangan umum dalam RAPBN 2013 meningkat menjadi Rp 17,6 triliun untuk pertambangan umum (sebelumnya Rp 16,6 triliun). Sektor kehutanan menjadi Rp 4,1 triliun (sebelumnya Rp 4 triliun), panas bumi Rp 403,5 miliar (sebelumnya Rp 353,5 miliar), dan perikanan menjadi Rp 180 miliar (sebelumnya Rp 150 miliar).

Wakil Ketua Banggar dari F-PD Djoko Udjianto yang memimpin rapat meminta perhatian khusus untuk sektor perikanan, karena PNBP lebih kecil dibandingkan pencurian ikan. “PNBP Rp 150 miliar tapi illegal fishing Rp 300 triliun,” katanya (Erwin Siregar)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s