Forum Pertemuan Inspektur Tambang Nasional

Jakarta, 12 Mei 2014 berlokasi di hotel Best Western Hariston berlangsung acara Forum Pertemuan Inspektur Tambang Nasional yang dibuka oleh Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral . Acara ini dimaksudkan sebagai forum komunikasi para Inspektur Tambang untuk saling bertukar informasi, pengalaman dan menyamakan persepsi serta pemahaman terhadap kendala jumlah Inspektur Tambang yang masih sangat minim dibanding target ketersediaan Inspektur Tambang dengan jumlah objek pengawasan. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah : 

  • Tersosialisasikannya tata cara pengangkatan Calon Inspektur Tambang menjadi Inspektur Tambang
  • Pentingnya peran Inspektur Tambang di daerah
  • Terbentuknya wadah komunikasi Inspektur Tambang secara nasional.

 


Dalam sambutannya Wamen KESDM menyampaikan kondisi dari sumber daya manusia yang menjabat sebagai inspektur tambang yang sangat terbatas bila dibandingkan dengan banyaknya objek pengawasan. Kondisi SDM inspektur tambang sebagai berikut : 

  1. Berdasarkan Renstra KESDM 2009 – 2014, untuk mengadakan 1.000 orang Inspektur Tambang di Indonesia dalam rangka pengawasan aspek teknis dan lingkungan terhadap seluruh Perusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara.
  2. Sejak tahun 2008 sampai 2013, Pusdiklat Minerba telah mendidik dan melatih Calon Inspektur Tambang di Indonesia sebanyak 817 orang. Jumlah Inspektur Tambang yang aktif bertugas sebanyak 77 orang (45 orang di Provinsi dan Kabupaten/Kota dan 32 orang di Ditjen Minerba).
  3. Calon Inspektur Tambang lainnya terdata sebanyak 158 orang yang saat ini masih berdinas di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di seluruh Indonesia, tetapi belum diangkat.
  4. Tahun 2014 (sampai dengan Mei 2014) sedang dididik dan dilatih sebanyak + 100 orang di Pusdiklat Minerba.

Dengan besarnya tanggung jawab dan resiko Inspektur Tambang, serta banyaknya objek pengawasan memerlukan dukungan dan peran berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah. Maka diharapkan pelaksanaan inspektur tambang kedepannya terjadi: 

  1. Peningkatan jumlah SDM:
    • Mendorong Kepala Daerah untuk segera mengangkat Calon Inspektur Tambang menjadi Pejabat Fungsional Inspektur Tambang.
    • Mendorong agar pemerintah daerah agar lebih memberdayakan peran Inspektur Tambang dalam pengawasan.
  2. Peningkatan kompetensi :
    • Menyiapkan Diklat Fungsional Inspektur Tambang yang terstruktur mulai dari Inspektur Tambang Pertama, Inspektur Tambang Muda, Inspektur Tambang Madya, dan Inspektur Tambang Utama.
    • Merumuskan prosedur uji kompetensi untuk setiap seleksi kenaikan jenjang jabatan Inspektur Tambang.
    • Mempersiapkan peningkatan keahlian Inspektur Tambang sesuai dengan 7 aspek pengawasan melalui diklat teknis dan studi banding.
  3. Koordinasi Inspektur Tambang pusat dan daerah dalam melaksanakan tugas.
  4. Membentuk organisasi sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan profesionalisme sesama Inspektur Tambang di Indonesia.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s