Geologi Batubara Sumsel

Stratigrafi Cekungan Sumatera Selatan dimulai oleh batuan alas Pratersier. Secara tidak selaras di atasnya diendapkan batuan gunungapi Formasi Kikim yang berumur Eosen – Oligosen. Di atasnya runtunan genang laut (fluviatil sampai laut dalam) berumur Oligosen Akhir sampai Miosen Tengah menindih secara tidak selaras  yang terdiri atas Formasi Talangakar, Formasi Baturaja, dan Formasi Gumai. Mulai Miosen Tengah hingga Plistosen terbentuk runtunan susut laut membentuk Formasi Airbenakat, Formasi Muaraenim, dan Formasi Kasai.

Tercatat tiga peristiwa gerak-gerak tektonik yang berperan pada perkembangan Cekungan Sumatera Selatan dan proses sedimentasinya. Tektonik pertama berupa gerak tensional pada Kapur Akhir sampai Tersier Awal yang menghasilkan sesar-sesar bongkah berarah timurlaut-baratdaya atau utara-selatan. Sedimen mengisi lekukan atau terban di atas batuan alas bersamaan dengan kegiatan gunungapi. Tektonik kedua berlangsung pada Miosen Tengah-Akhir (Intra Miosen), menyebabkan pengangkatan tepi-tepi cekungan, dan diikuti pengendapan bahan-bahan klastika. Tektonik ketiga berupa gerak kompresional pada Plio-Plistosen menyebabkan sebagian Formasi Airbenakat dan Formasi Muaraenim yang telah menjadi tinggian tererosi, sedangkan pada daerah yang relatif turun diendapkan Formasi Kasai. Pada akhirnya terjadi pengangkatan dan perlipatan utama di seluruh daerah cekungan yang mengakhiri pengendapan Tersier di Cekungan Sumatera Selatan.

Batubara yang terdapat di dalam Formasi Talangakar secara umum diendapkan di daerah-daerah depresi yang terbentuk pada awal perkembangan cekungan. Depresi tersebut pada umumnya sempit dan dibatasi oleh struktur sesar. Konsekuensinya, keterdapatan maupun sebaran batubara di dalam formasi ini juga terbatas dan bersifat lokal. Batubara yang terdapat di dalam Formasi Muaraenim diendapkan pada dataran pantai yang sebagian merupakan dataran delta. Pada lingkungan pengendapan dataran delta seperti ini sangat mungkin berlangsung pengendapan batubara yang lebih merata, konsisten, dan dalam sekala yang lebih luas. Saat itulah terbentuk endapan batubara yang diendapkan dalam Formasi Muaraenim.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s