Kuartal I-2014, Penerimaan Royalti Batu Bara Capai Rp 11 Triliun

Jakarta, EnergiToday — Akibat semakin banyaknya perusahaan tambang yang taat membayar royalti batu bara, dipastikan pada kuartal pertama tahun 2014 ini penerimaan negara mengalami kenaikan sekitar 120% menjadi Rp 11 triliun bila dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp 5 triliun.

“Dua tahun sebelumnya banyak perusahaan pertambangan menunggak royalti, namun kini mulai taat azas. Jika perolehan royalti konsisten seperti tren tiga bulan pertama 2014, pendapatan negara dari royalti batu bara akan emncapai Rp 44 triliun hingga akhir tahun, di atas target,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, R Sukhyar, seperti yang diberitakan harian Investor Daily, Jakarta, Selasa (3/6).

Sukhyar menjelaskan, pemerintah menargetkan royalti batu bara pada tahun ini mencapai Rp 37,6 triliun. Tahun lalu, pendapatan royalti batu bara hanya sebesar Rp 24,4 triliun. Sektor mineral dan batu bara secara keseluruhan telah menyumbang pendapatan negara cukup besar.

Selain royalti batu bara, tambahnya, setoran pajak tahun lalu mencapai Rp 140 triliun dan royalti mineral Rp 3,9 triliun. Tahun ini, pemerintah menargetkan pendapatan dari pajak sebesar Rp 150 triliun dan Rp 2 triliun dari royalti mineral.

Dengan adanya peningkatan penerimaan royalti batu bata tersebut bukan karena adanya peningkatan produksi. Pasalnya. periode Januari-April 2014, produksi batu bara hanya sebesar 147 juta ton. Sednagkan penurunan target penerimaan royalti mineral merupakan dampak dari kebijakan pembatasan ekspor mineral mentah.   [us/id]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s