Pemkab Sarolangun Cabut 21 IUP Batu Bara

Jakarta – TAMBANG. Bisnis alat berat yang ikut melambat bersama dengan lesunya industri pertambangan, ikut menjerat pula perusahaan pembiayaan. PT Surya Artha Nusantara Finance atau SAN Finance, juga merasakan pahitnya pendapatan yang terpangkas 9% di kuartal pertama 2014 ini.

Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, sepanjang triwulan pertama 2014 ini mereka hanya membukukan pendapatan sebesar Rp 197 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu mereka bisa meraup Rp 217 miliar. Artinya ada penurunan pendapatan hingga 9%.

Akibatnya, laba perusahaan pun menyusut tipis 3%. Selama Januari – Maret 2014, laba yang tercatat hanya Rp 54,1 miliar. Sementara, tahun lalu keuntungan bisa mencapai Rp 56 miliar.

Yang paling berkontribusi atas memburuknya kinerja keuangan perusahaan itu adalah lini bisnis pembiayaan sewa alat berat. Pertumbuhan lini bisnis tersebut tercatat negatif sepanjang tiga bulan pertama 2014. Penurunan yang terjadi nilainya mencapai Rp 271 miliar. Piutang sewa hingga Maret 2014 hanya ada di angka Rp 5,237 triliun, sementara di akhir tahun lalu sudah sempat menembus angka Rp 5,5 triliun.

Memang tak hanya lini bisnis pembiayaan sewa alat berat yang melemah, lini bisnis pembiayaan konsumen pun juga melorot. Aset perseroan pun dilaporkan menyusut 12%, menjadi Rp 5,977 triliun.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s