Jokowi Akan Wajibkan Pengusaha Batu Bara Bangun Listrik

Jakarta-TAMBANG. Permasalahan listrik menurut mantan Walikota Solo itu sudah menjadi masalah yang berlarut-larut dan tidak selesai hingga sekarang. Menurut Jokowi, cara perbaikan listrik di Indonesia adalah dengan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batu bara untuk juga menyimpan cadangan listrik.

�Infrastruktur dan listrik. Sudah berapa tahun kita tidak bisa memberesi masalah itu. Kenapa tidak dicarikan jalan. Yang punya batubara suruh buat listrik, simpel kan. BUMN Bukit Asam, produksi listrik, jangan buat batu bara saja, swasta juga,� jelasnya di Jakarta senin kemarin.

Jokowi mengungkapkan, untuk mewujudkan hal itu, perizinan dan regulasi perlu dirombak ulang. Imbasnya, dengan kesediaan listrik yang memadai juga akan sejalan dengan perkembangan infrastruktur. Dengan struktur yang baik, maka industri dan dunia usaha akan juga ikut tumbuh.

�Kalau infrastruktur tersedia, otomatis industri dan dunia usaha akan mengikuti,� tambahnya.

Program calon Presiden Jokowi tersebut sejalan dengan rencana pemerintah saat ini yang akan mewacanakan pengurangan kuota ekspor batu bara untuk mendukung penggunaan batu bara di dalam negeri. Sebelumnya, Direktur Jenderal Minerba, R. Sukhyar mengatakan, pemerintah akan batasi produksi batu bara nasional dan ada kuota masing-masing kabupaten.

Pembatasan produksi tersebut bertujuan mencegah eksploitasi besar-besaran untuk mengejar keuntungan di tengah harganya yang masih rendah. Sukhyar mengungkapkan, produksi batu bara tahun lalu mencapai 400 juta ton, namun yang dimanfaatkan industri dan pembangkit listrik dalam negeri hanya 65 juta ton.

“Artinya ada 335 juta ton yang diekspor, tahun ini produksi memang ditargetkan 420 juta ton, tapi kebutuhan dalam negeri meningkat mencapai 95,5 juta ton, tahun depan produksinya tetap 420 juta ton,” katanya.

Sukhyar menambahkan, pemerintah ke depan akan lebih mengedepankan kebutuhan dalam negeri, salah satunya untuk mensuplai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). �Kita butuh tambahan listrik paling tidak 6.000 MW per tahun, bahan bakar yang paling besar peranannya ada di batu bara, jadi kita akan utamakan itu.�

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s