Pertemuan Energi Jepang-Indonesia Bahas Pengembangan Batu Bara

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pemerintah Jepang melakukan pertemuan energi dengan pihak pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, sejak Rabu (18/6/2014) dan Kamis (19/6/2014) di Jakarta.

“Pertemuan ini khususnya untuk mempromosikan kerja sama yang luas untuk penggunaan eksplorasi dan pengembangan batu bara. Pertemuan ini yang keenam kalinya dilakukan,” ungkap Makoto Nakayama, pejabat METI khusus kepada Tribunnews.com, Kamis (19/6/2014).

Indonesia dianggap sebagai negara pemasok batubara, yang cukup besar, kedua setelah Australia. Sebanyak 20 persen impor batubaraJepang dari Indonesia, mengamankan pasokan yang agar tetap stabil dari batubara.

“Dan Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi kami,” kata Makoto.

Untuk alasan itulah selama bertahun-tahun Jepang bekerjasama dengan Indonesia, mencoba mengeksplorasi dan mengembangkan batubara, serta melakukan dialog kebijakan kedua negara yang bertujuan untuk lebih mempromosikan kerja sama tersebut.

Sebanyak 40 orang pejabat dari kedua negara bertemu di Jakarta membicarakan kerja sama energi kedua negara. Hari ini Forum Energi bagi keduanya yang juga diikuti pengusaha energi kedua negara.

Jepang prihatin dengan regulasi volume produksi serta pertimbangan pasokan domestiknya.

Oleh karena itu Jepang berharap iklim investasi dan perkembangan infrastruktur di Indonesia dapat lebih baik lagi dalam kerja sama kedua negara di masa depan.

“Kerja sama menguntungkan kedua pihak sangatlah kami harapkan,” ungkapnya.

Jepang juga akan memperkenalkan teknologi untuk meningkatkan kualitas dari batubara yang memiliki gradasi rendah, meningkat tinggi, sehingga bisa menjadi batubara yang baik berkat penggunaan teknologi tersebut. Namun juga untuk itu perlu pengecualian pajak apabila dilakukan impor ke Indonesia.

Jepang melihat banyak rencana di masa depan di Indonesia untuk membuat pembangkit listrik tenaga batubara dengan teknologi efisiensi yang tinggi. Sekaligus juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan teknologi Jepang yang canggih tersebut.

“Semua itu agar Jepang bisa ikut membantu peningkatan pasokan energi listrik di Indonesia nantinya,” ujarnya.

Partisipan dari Jepang yang ikut pertemuan tersebut yaitu dari pihak METI, Kedutaan Jepang di Indonesia, National Institute of Oil, Gas and Metals National, National Institute of Energi Baru dan Pengembangan Teknologi Industri Organization (NEDO), Japan International Cooperation Agency, National Institute of Nippon Export dan Asuransi Investasi, Japan Energy Coal.

Sedangkan dari Indonesia adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Direktorat Jenderal mineral dan batubara), Direktorat penggunaan energi listrik Umum, Badan geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Training Authority, perusahaan batu bara milik negara, perusahaan listrik milik negara (PT PLN), Asosiasi Batubara Indonesia (APBI).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s