RENCANA KERJA EKSPLORASI

RENCANA KERJA EKPLORASI

Tahap eksplorasi yang dilakukan dalam tahap ini meliputi pemetaan geologi, topografi, pembuatan sumur uji dan parit uji, pemboran, pengambilan sampel batubara, analisis laboratorium, pengolahan data dan penyusunan laporan.

denah

Pada tahap ini dimulai dengan melakukan studi pendahuluan yaitu persiapan lapangan sebelum menuju tempat yang diselidiki. Studi pendahuluan ini merupakan tahap pengumpulan data-data mengenai daerah yang akan diselidiki, meliputi keadaan geologi regional/ local, studi citra landsat, dan data-data laboratorium yang mendukung.

  • PEMETAAN TOPOGRAFI

Pemetaan topografi dimaksudkan untuk mengetahui batas-batas wilayah yang akan dipetakan diutamakan yang bisa membantu menentukan besar overburden yang harus dikupas sehingga tidak perlu memetakan seluruh luas daerah prospek. Selain itu dapat digunakan untuk pengukuran lintasan dan pemasangan patok BM (Bench Mark).

  • PEMETAAN GEOLOGI

Pemetaan geologi dilakukan dengan membuat peta geologi daerah penyelidikan pada skala 1 : 10.000. Pemetaan ini mencakup pengamatan batuan, struktur dan pengukuran stratigrafi. Pengukuran stratigrafi  dimaksudkan untuk mengetahui kondisi formasi yang mengandung batubara dan korelasi batuan sehingga dapat diketahui sebaran lateral formasi pengandung batubara, terutama ketebalan lapisan batubara.

  • PEMBUATAN SUMUR UJI DAN PARIT UJI

Pembuatan sumur uji dan parit uji dilakukan apabila kesinambungan lapisan diragukan atau belum diyakini dan pada singkapan batubara yang tidak diketahui floor nya. Selain itu juga untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai singkapan batubara baik secara lateral maupun vertical.

  • PEMBORAN

Pemboran dangkal dilakukan untuk memperoleh informasi kesinambungan sebaran batubara juga untuk memperoleh conto batubara yang lebih segar, sehingga diharapkan mutunya lebih baik dibandingkan dengan conto permukaan

Kedalam maksimum untuk open hole bisa mencapai 75 meter sedangkan untuk coring bisa mencapai 60 meter. Dalam pemboran ini harus diperhitungkan kebutuhan dan pengadaan air yang berfungsi sebagai lumpur pemboran dan pembilas.

  •  ANALISA BATUBARA

Untuk analisa batubara parameter kualitas diperoleh berdasarkan kenampakan fisik dan hasil analisa parameter proksimat sebelum ditentukan parameter berikutnya seperti HGI, bentuk sulfur, analisa ultimat dan lain-lain. Conto batubara yang akan dianalisa harus memenuhi beberapa criteria antara lain segar, belum lapuk atau terkontaminasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s