Mengenal Sawahlunto (Part 3) : Penemuan dan Pertambangan Batu bara

rangkiangbudaya

Aulia Rahman

Sejarah kegiatan pertambangan di Indonesia, secara resmi dapat ditemukan dalam catatan-catatan kegiatan para geologi Belanda yang pernah melakukan survey di negeri ini. Antara lain Ter Braake (1944) dan R .W Van Bemmelen (1949), serta berbagai laporan tahunan Dinas Pertambangan Hindia Belanda (“Jaarverslag Dienst Van Den Mijn Bow”). Berdasarkan catatan-catatan tersebut terkesan bahwa seakan-akan kegiatan usaha pertambangan di Indonesia baru dimulai sejak tahun 1899 yaitu tahun diundangkannya Indische Mijn Wet, Stb. Tahun 1899 No.214.[1]

Pada tahun 1899 Belanda lalu menerbitkan Indische Mijn Wet Stb.1899 No.214, yang mengatur secara khusus tentang perijinan yang bersifat publik dibidang Pertambangan, yang diatur sesuai konsep hukum perdata barat. Dimana semua perijinan yang bersifat publik diberikan dalam bentuk “Konsesi”, seperti Konsesi Hutan yang selanjutnya dikenal sebagai Hak Penebangan Hutan atau HPH, Konsesi Perkebunan, sesuai UU Agrarische Wet Stb. 1870 No.55 dan Konsesi Pertambangan baik untuk Pertambangan Umum maupun Minyak…

View original post 1,438 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s