Studi Gasifikasi Batubara

Gasifikasi batubara merupakan salah satu pemanfaatan teknologi batubara yang dapat digunakan untuk keperluan pembangkit tenaga listrik. Proses gasifikasi batubara sangat tergantung dari jenis batubara, ukuran batubara, reaksi kimia, difusi pori-pori batubara dan suhu.

Ada tiga jenis gasifier yang digunakan yaitu:moving bed, entrained flow dan fluidized bed.

Gasifier jenis moving bed merupakan teknologi gasifikasi yang sederhana, relatif murah dan tidak memerlukan cooler untuk mendinginkan gasnya karena suhu gas yang keluar dari gasifier lebih rendah dibandingkan dengan jenis entrained flow atau fluidized bed. Gasifier yang beroperasi pada suhu yang relatif rendah akan memerlukan waktu tinggal karbon (carbon resident time) yang lebih lama. Penggunaan oksigen murni sebagai oksidan akan menghasilkan efisiensi konversi karbon yang lebih tinggi dan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan udara.

Batubara dengan free swelling index yang tinggi tidak dianjurkan menggunakan fluidized gasifier karena akan membentuk gumpalan pada bed, namun cocok digunakan untuk batubara yang mengandung sulfur tinggi.

Penggunaan Electrostatic Presipitator (EP) yang digunakan untuk menangkap partikel kontaminan lainnya seperti tar dan debu mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan penangkap partikulat kontaminan lainnya reperti cyclone, wet scrubber.

Dalam proses gasifikasi akan menghasilkan syngas dan juga produk samping lainnya. Produk samping yang berupa limbah dapat juga bernilai ekonomis bila dikelola dengan baik pedu dipertimbangkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s